Oleh : Shalya Alifiya AT
[para sahabat di panti SLB]
Berhentilah menangis, sayang
Karena aku sudah tak pandai membujukmu
Pula rabun membaca isyarat pilu
Karena aku tak lain adalah sebatang luka dari bekas airmata
Mari sini, baiduri kecilku
sandarkan kepalamu di lubang dada
maka kau akan paham kenapa aku tak pernah mau berbagi rindu
aku kenyang dengan pulut dan ketan yang di tuai dari cerca dan niskala
Aduhai, engkau yang sendiri
padahal kita terbiasa minum dari lubang tanah
menguyah dari akar belantara
tapi kenapa bibirmu tak jua berhenti bergetar
menghalus haluskan tangis yang tak kau sadari membangunkan tidurnya musim kemarau
Andai engkau paham, duh teruna biruku
kau pasti akan bernyanyi dengan mulut mereka yang bisu
aka mendengar dengan telinga mereka yang tuli
akan melihat dengan mata mereka yang buta
maka, berdirilah sayang
kita sudah usai menghukum diri disini...

