Sabtu, 26 Februari 2011

Senandung Pesisir Garam





Pak, lampu suluh sudah kupanggang sedari tadi
angkat sauhnya dan kita melaut bersama angin ribut
memecah gelombang menjala purnama
menjoran anak ikan ke keranjang

Biar kudayung biduk ke tengah laut
sambil bernyanyi kecil mengusir kantuk
katakan saja, pak...
kalau kita tak hendak menamam petasan di terumbu
karena disana aku pernah menamam rindu

Biarkan saja malam mengadili kita disini
mengajari kita bermimpi menyetubuhi kerat di air laut yang melekat
karena nasib telah menjanjikan kita untuk bertahan duduk disini

Sebelum subuh menyapu kita
rujuki angin yang membawa kita pulang ke tepian pesisir
menghitung butir pepasir
menambat biduk kayu
lalu membagi cerita
Nelayan kecil di rahim malam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar